Pengaduan Pupuk

Call Centre
Pengaduan Permasalahan Pupuk

Kementerian Pertanian RI PT. Petrokimia PT. Pusri

0813.8303.4444

0811.636.363
0800.1888.777
0811.344.774

0800.12000.11

 

KEDAULATAN PANGAN DI JAWA TENGAH

 

 

 

KEDAULATAN PANGAN DI JAWA TENGAH

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  latar Belakang

  • Kedaulatan pangan merupakan ikon program nasional dibidang pertanian dalam rangka mewujudkan ketersediaan pangan secara menyeluruh dan berkelanjutan, demikian pentingnya program tersebut mengingat pangan merupakan kebutuhan dasar manusia.
  • Sesuai ikhrar para pemimpin negara pada KTT Pangan Sedunia Tahun 1996 di Roma terhadap komitmennya untuk mencapai ketahanan pangan dan melanjutkan upaya penghapusan kemiskinan di semua negara anggota (dari 800 juta jiwa pada tahun 1996 menjadi 400 juta jiwa tahun 2015 (Wikipedia Indonesia)
  • Mimpi besar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan tersebut sebagai bagian dari program nasional, antara lain dengan tekadnya mengembangkan Desa-Desa Berdikari di Jawa Tengah secara total
  • Kedaulatan Pangan merupakan solusi terbaik upaya mempercepat pengentasan kemiskinan setelah beberapa tahun dengan pola kemandirian pangan dan ketahanan pangan tidak cukup berhasil. Dengan pola kemandirian pangan kita berswasembada pangan namun demikian faktanya masih banyak kemiskinan, sedangkan dengan pola ketahanan pangan terdapat celah utamanya bagi para spekulan mempermaikan pasar (ekspor dan impor)    

Sistem Informasi Penyuluhan Kehutanan

Sistem Informasi Penyuluhan (SimLUH)- KLHK

Untuk meningkatkan kualitas SDM Penyuluh dan Penyuluhan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

 

Penulis : Yunia Erfinawati, S.Hut/ Penyuluh Kehutanan

 

Pusat Penyuluhan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, akhirnya merilis sistem informasi penyuluhan (SIMLUH) yang diberi nama SimLUH-KLHK pada pertengahan tahun 2016. Meskipun tertinggal dari dua Kementerian yang lain, tetapi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berjanji akan mengejar ketertinggalan itu meski secara bertahap dan belajar dari kekurangan yang ada.

PENGUATAN MODAL USAHA KELAUTAN DAN PERIKANAN SKALA KECIL DAN MIKRO

Oleh: Aldise Kresna Dewi T., S.Pi /Penyuluh Perikanan Set Bakorluh Provinsi Jateng

Mengapa Penguatan Modal Usaha bagi UMKM-KP menjadi Penting dan Urgent?

Karena beberapa hal berikut, yakni :

  1. Faktor produksi modal penting bagi pengembangan usaha
  2. Sebagian besar pelaku usaha KP, lebih dari 85% berskala mikro dan kecil
  3. Keterbatasan akses permodalan ⟶ agenda penguatan financial literacy
  4. Besarnya potensi vs keterbatasan sarana produksi menyebabkan pertumbuhan sektor KP masih belum optimal
  5. Anggapan (stereotype) perbankan yang kurang tepat tentang sangat tingginya resiko sektor KP.

Oleh karena alasan tersebut dan dengan adanya landasan hukum berupa Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 710/KMK.05/2016 tentang Penetapan Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan pada Kementrian Kelautan dan Perikanan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum disingkat LPMUKP.

KARAKTERISTIK PEMBANGUNAN PERTANIAN YANG BERMARTABAT

    

 

DISAMPAIKAN DALAM RANGKA PERINGATAN HARI PANGAN SE-DUNIA (HPS) DI KABUPATEN BOYOLALI PADA OKTOBER 2016

 

 

PENYIAPAN SDM. Teta Teki dipenghujung pembentukan SOTK baru atas pemberlakuan UU 23/2014, lembaga penyuluhan di Provinsi Jawa Tengah masih menyisakan PR-BESAR memotivasi petani membangun pertanian yang kuat, mandiri dan berdaya saing utamanya dalam kerangka mengawal Program Kedaulatan Pangan Nasional dan salah satu strategi upaya untuk mewujudkan pembangunan pertanian yang berkarakter adalah melalui pola pendampingan. Dalam konteks apapun dan apapun yang terjadi dengan SOTK baru bahwa petani dalam hal ini tetap harus mendapatkan porsinya untuk terus berkarya serta tidak kehilangan arah dalam perjalanannya bersinergi dengan pemerintah mewujudkan rencana besar program kedaulatan pangan nasional. Satu-satunya teknik agar pemerintah berhasil membangun pertanian modern (kuat dan berkelanjutan) sebagaimana perencanaan umum pembangunan nasional, tidak lain dan tidak bukan ialah dengan memperkuat pertanian organik secara menyeluruh.

Fasalnya bahwa dengan pertanian organiklah yang mampu menyelamatkan SDM generasi bangsa ini dari ancaman dampak buruk akibat manipulasi penggunaan bahan penyedap, bahan pengawet dan atau bahan pewarna pada bebepara jenis bahan pangan diluar batas-batas kewajaran, dengan pertanian organik pulalah yang akan menyelamatkan kepentingan generasi penerus bangsa atas keberlangsungan pemanfaatan fungsi lahan ke depan untuk kegiatan pertanian. Cara berbudidaya pertanian organik juga dapat digunakan sebagai salah satu metode penting untuk menjawab secara tuntas persoalan kerawanan pangan nasional selama ini, utamanya dari sisi potensinya sebagai ladang penumbuhan kemampuan daya saing produk yang banyak diminati oleh konsumen dunia era pasar bebas.

Sertifikasi Lulusan STPP, Langkah Awal Mewujudkan Penyuluh Profesional yang Dibanggakan Petani

 

Oleh: Hantoro Tapari

Penyuluh Pertanian/Asesor Kompetensi

Sekretariat BAKORLUH Provinsi Jawa Tengah

 

Saat ini para lulusan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Tahun 2016 tengah dilakukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi profesi. Mengingat pekerjaan penyuluh adalah profesi maka sertifikasi merupakan suatu keharusan, bukan pilihan. Ke depan, pelaksanaan sertifikasi perlu ada perbaikan, terutama dalam prosesnya. Sertifikasi bagi mahasiswa yang baru lulus seyogyanya beda perlakuannya dibanding sertifikasi penyuluh PNS, walaupun instrumen yang digunakan sama yaitu Permenakertrans Nomor 43 Tahun 2013.   

 

Latar Belakang

Pada hakekatnya penyuluhan adalah proses pendidikan untuk mengubah kesadaran dan perilaku ke arah yang lebih baik dengan tujuan agar sasaran penyuluhan mampu dan mandiri dan tidak lagi membutuhkan belas kasihan pihak lain. Jadi penyuluhan adalah ilmu pengetahuan yang digunakan untuk melakukan perbaikan dan menjadikan sasaran lebih sejahtera.

Begitu mulianya penyuluhan. Untuk itu orang-orang yang melaksanakan tugas ini (penyuluh pertanian) harus dipersiapkan dengan baik agar mereka mempunyai prinsip kerja yang benar, profesional dan dapat dibanggakan oleh masyarakat petani. Salah satu langkah strategis untuk menyiapkan penyuluh profesional dan dibanggakan oleh petani adalah Sertifikasi Profesi.

 

Seperti Apa Penyuluh Profesional yang Dibanggakan Petani?

Prinsip penyuluhan adalah bekerja bersama sasaran (petani) dan bukan bekerja untuk sasaran. Mengingat sasaran penyuluhan adalah kelompok petani yang berbeda-beda karakteristiknya, maka penyuluhan harus dimulai dari apa yang diketahui dan dimiliki oleh petani serta apa-apa yang diinginkan petani (Valera, 1987).

Untuk menjadi penyuluh pendamping yang bisa mewujudkan keinginan petani tersebut, perlu sosok Penyuluh Profesional. Menurut Soedijanto (2006), penyuluh profesional adalah penyuluh yang: (a) selalu bersama petani; (b) mampu menjadi mitra petani; (c) selalu memfasilitasi dan bisa menggugah proses berfikir petani; (d) menghargai petani; dan (e) selalu mengembangkan komunikasi dialogis.

Dalam era otonomi daerah saat ini, penyuluh disamping profesional pasti ingin dihargai, dihormati dan dibanggakan oleh masyarakat dan pimpinan daerah. Mereka tidak ingin diremehkan, apalagi dianggap sebagai profesi yang tidak berguna. Untuk menjadi manusia terhormat dan dihargai, menurut Arintadisatra (2015) seorang penyuluh harus mampu menampilkan keberhasilan dalam pendampingan petani yang ditunjukkan dengan peningkatan produksi dan pendapatan usahataninya. Dan keberhasilan ini harus dapat dirasakan masyarakat, dilihat dan didengar. Penulis tambahkan bahwa, penyuluh juga harus mampu melakukan advokasi, yaitu mempengaruhi perilaku penentu kebijakan (Bupati dan DPRD) agar berpihak pada pembangunan pertanian. Advokasi ini dilakukan dengan menyampaikan pesan-pesan yang didasarkan pada argumentasi ilmiah, legal dan moral.

PELATIHAN TEKNIK MENGEMBANGKAN KOMODITAS PERTANIAN LOKAL UNGGULAN SEBAGAI KEGIATAN ALTERNATIF BAGI MASYARAKAT PETANI NELAYAN

Dalam rangka Program Pengentasan Kemiskinan, utamanya yang berkaitan dengan jenis kegiatan budidaya alternatif yang diperuntukkan bagi masyarakat petani nelayan, Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan (BAKORLUH) Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan Pelatihan SDM Pelaku Utama Pelaku Usaha 2(dua) kelas, meliputi kelas A, untuk pelatihan Pengembangan Diversifikasi Pangan dan Gizi; dan kelas B, untuk pelatihan Pengembangan Usaha Budidaya Tanaman Lokal Unggulan.

Masing-masing kelas pelatihan diikuti peserta sebanyak 30 orang dari kabupaten kota se Pantura meliputi Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Batang, Demak, Jepara dan Pati. Pelatihan dilaksanakan secara serentak dan paralel selama dua hari pada tanggal 22 s/d 23 September 2016 di Hotel Siliwangi, MGR Soegiyopranoto SJ No.61 Kota Semarang.

Kedua kegiatan tersebut pada prinsipnya merupakan pelatihan yang sama jika ditinjau dari obyek pelatihan tetapi menjadi berbeda jika dilihat dari materi yang dikembangkan, dimana sisi yang satu menampilkan aspek budidayanya sedangkan sisi lainnya menampilkan aspek pengolahannya.

PETANI SEBAGAI PAHLAWAN SEJATI PENYELAMAT GENERASI PENERUS BANGSA

Ir. Sutrsino

Teta Teki dipenghujung pembentukan SOTK baru atas UU 32/2014 di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Tengah, Sekretariat Bakorluh yang nyaris dipersimpangan jalan antara ada dan tiada namun semangatnya toh masih tetap menggelora mengerjakan PR-BESAR memotivasi petani membangun pertanian yang kuat, mandiri dan berdaya saing, hal tersebut dibuktikan dengan keseriusannya menggarap SDM Petani yang memang tidak dilakukan oleh lembaga lainnya melalui pola pembinaan kelembagaan, pelatihan / magang  SDM petani dan pengembangan demplot lintas kabupaten / kota. Soal ada atau tidak adanya lembaga penyuluhan yang namanya Bakorluh ke depan yang terpenting sekarang adalah bagaimana berpikir dan bertindak agar petani tetap mendapatkan porsinya untuk terus berkarya serta tidak kehilangan arah dalam perjalanannya bersinergi dengan pemerintah mewujudkan rencana besar program kedaulatan pangan nasional.

Sejalan dengan program pemerintah tersebut, maka dalam konteks perencanaan umum pembangunan nasional, satu-satunya cara pemerintah untuk membangun pertanian modern (kuat dan berkelanjutan) tidak lain dan tidak bukan hanyalah dengan memperkuat pertanian organik secara menyeluruh. Kegiatan membangun pertanian organik ini sesungguhnya merupakan kegiatan yang relatif murah dibandingkan dengan nilai investasinya yang luar biasa, namun untuk totalitasnya sangat membutuhkan keseriusan pemerintah dalam bentuk dukungan dan arah kebijakan. Bahwa pertanian organik sangatlah relevan menempati halaman pertama konsep besar pemerintah membangun sistem pertanian yang kuat dan bermartabat.

PENYULUHAN PERTANIAN PARIPURNA

Oleh: Hantoro Tapari

Penyuluh Pertanian

Sekretariat Bakorluh Prov Jateng

Latar Belakang

 

Belajar dari pengalaman, banyak penyuluh pertanian yang dalam melaksanakan tugasnya masih suka pilih-pilih. Mereka memilih kegiatan yang besar angka kreditnya dan mudah dilaksanakan, tanpa mau mendalami permasalahn petani dan karakteristik inovasi yang akan disuluhkan. Kondisi seperti ini tentu saja memprihatinkan, mengingat tugas penyuluh identik dengan guru yaitu menyiapkan petani-petani inovatif agar mau dan mampu meningkatkan produksi dan nilai tambah hasil pertaniannya.

Untuk menjadikan petani inovatif tidak cukup hanya mengatakan kepada mereka bahwa ada penemuan baru (inovasi). Inovasi harus bisa dimanfaatkan oleh petani, harus mampu meningkatkan produksi, pendapatan  dan taraf hidup dari individu yang mengadopsi inovasi tersebut. Jika adopsi ini dilakukan dalam suatu kelompok, gabungan kelompok atau masyarakat luas, maka perubahan sosial ke arah yang lebih baik akan terjadi.

Jadi penyuluhan harus dimulai dari permasalahan petani, dimana  dalam pemecahan masalahnya memerlukan suatu inovasi (teknologi atau cara-cara baru). Untuk mempercepat proses adopsi inovasi diperlukan pemilihan metoda dan materi penyuluhan yang sesuai. Guna mengetahui efektivitas dan efisiensi inovasi perlu dilakukan evaluasi. Penyuluhan seperti inilah yang disebut Penyuluhan Pertanian Paripurna, yaitu penyuluhan yang dilakukan secara menyeluruh dan lengkap mulai dari kegiatan persiapan, pelaksanaan sampai dengan evaluasinya.

MAGANG PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK DI JAWA TENGAH

 

Kab. Semarang. Semangat pemerintah membangun pertanian organik tidak pernah surut dan bahkan sudah menjadi harga mati, hal tersebut dibuktikan dengan keseriusan dilakukannya tata penyiapan SDM Petani secara bertahap, menyeluruh dan terpadu untuk semua bidang pertanian.

Latar Belakang perlunya pengembangan pertanian organik ini jelas oleh karena tingginya indeks rerata akumulasi logam berat dalam bentuk residu pada lahan pertanian di beberapa daerah Jawa Tengah yang sudah melebihi ambang batas akibat kegiatan intensifikasi pertanian non organik secara terus menerus sehingga menyebabkan tanah menjadi tandus dan beberapa unsur hara tanaman terjerat yang pada gilirannya selain resiko pengendapan logam berat pada produk makanan juga pemupukan kian menjadi tidak efektif, produktivitas lahan terus semakin menurun.

Dalam rangka program pengentasan kemiskinan, Sekretariat Bakorluh Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan pelatihan penting dimaksud dalam bentuk magang yang diperuntukkan khusus bagi SDM Kelompok Pelaku Utama Bidang Tanaman Pangan. Demikian pentingnya sehingga setiap tahunnya kegiatan yang dialokasikan Bakorluh melalui pola pelatihan / magang yang jumlahnya ratusan angkatan, hampir 90% ada kaitannya dengan kepentingan pengembangan pertanian organik.

PELATIHAN INTENSIFIKASI BUDIDAYA UDANG VANAMME DI LOKASI PENGEMBANGAN TAMBAK PANTURA JAWA TENGAH

DEMAK. Dalam rangka program pengentasan kemiskinan, Sekretariat Bakorluh Provinsi Jawa Tengah menyelenggara-kan pelatihan  yang diperuntukkan bagi SDM Kelompok Pelaku Utama Pelaku Usaha Bidang Perikanan. 

Pelatihan tersebut adalah mengenai pentingnya budidaya udang vanamme sebagaimana himbauan Bapak Gubernur Ganjar Pranowo, yang dikembangkan melalui fasilitasi pola pelatihan / magang oleh karena nilai ekonominya dengan pangsa pasarnya yang sungguh sangat menjanjikan dijadikan sebagai pengungkit perekonomian Jawa Tengah.

Tema pelatihan dikaitkan dengan isu penting upaya percepatan pengentasan kemiskinan terhadap salah satu jenis komoditas unggulan dimaksud, berjudul “Intensifikasi Budidaya Udang Vanamme”, diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 25 s.d. 26 Juli 2016 di Hotel Amantis, Jl Lingkar Demak – Kudus km 2,4 Demak, melibatkan 30 orang peserta kader petani pembudidaya dari beberapa kabupaten sekitar sepantura meliputi Kabupaten Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Pekalongan dan Kota Semarang.

Hubungi Kami

  • Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan (BAKORLUH) Provinsi Jawa Tengah
    Jalan Gatot Subroto, Komplek Tarubudaya, Ungaran - 50517 
  • Telepon         :  (024) 692 3252 / 769 11520
  • Fax.               :  (024) 692 4605
  • Tweeter    :  @BakorluhJateng
  • Facebook :  Sekretariat Bakorluh Provinsi Jateng

шаблоны joomla 2.5